Masalah
utama remaja berawal dari pencarian jati diri.
Mereka mengalami krisis identitas karena untuk dikelompokkan ke dalam kelompok anak-anak merasa sudah besar, namun kurang besar untuk dikelompokkan dalam kelompok dewasa. Hal ini merupakan masalah bagi setiap remaja di belahan dunia ini.
Mereka mengalami krisis identitas karena untuk dikelompokkan ke dalam kelompok anak-anak merasa sudah besar, namun kurang besar untuk dikelompokkan dalam kelompok dewasa. Hal ini merupakan masalah bagi setiap remaja di belahan dunia ini.
Oleh
karena pergumulan di masa remaja ini, maka remaja mempunyai kebutuhan
sosialisasi yang seoptimal mungkin, serta dibutuhkan pengertian dan dukungan
orangtua dan keluarga dalam kerentanan di masa remaja.
Bila
kebutuhan remaja kurang diperhatikan, maka remaja akan terjebak dalam
perkembangan pribadi yang "lemah", bahkan dapat dengan mudah
terjerumus ke dalam belenggu penyalahgunaan narkoba.
Hingga
sekarang, penyalahgunaan narkoba semakin luas di masyarakat kita, terutama
semakin banyak di kalangan para remaja yang sifatnya ingin tahu dan ingin
coba-coba. Banyak alasan mengapa banyak yang terjerumus ke bahan terlarang dan
berbahaya ini kemudian tidak mampu melepaskan diri lagi.
Alasannya antara lain:
1. hal ini sudah dianggap sebagai suatu gaya hidup masa ini
2. dibujuk orang agar merasakan manfaatnya
3. ingin lari dari masalah yang ada, untuk merasakan kenikmatan sesaat
4. ketergantungan dan tidak ada keinginan untuk berhenti
..dan mungkin masih banyak alasan lainnya.
1. hal ini sudah dianggap sebagai suatu gaya hidup masa ini
2. dibujuk orang agar merasakan manfaatnya
3. ingin lari dari masalah yang ada, untuk merasakan kenikmatan sesaat
4. ketergantungan dan tidak ada keinginan untuk berhenti
..dan mungkin masih banyak alasan lainnya.
Ada
baiknya kita mengintip sedikit tentang narkoba. Apa saja sih jenis-jenis
narkoba? Menurut situs kespro dot info, pada dasarnya narkoba itu dibagi atas
4 kelompok, yaitu:
1. narkotika, terutama opiat atau candu.
2, halusinogenik, misalnya ganja atau mariyuana
3. stimulan, misalnya ekstasi dan shabu-shabu
4. depresan, misalnya obat penenang.
1. narkotika, terutama opiat atau candu.
2, halusinogenik, misalnya ganja atau mariyuana
3. stimulan, misalnya ekstasi dan shabu-shabu
4. depresan, misalnya obat penenang.
Masing-masing kelompok mempunyai pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa
penggunanya. Opiat, yang menghasilkan heroin atau “putauw� menimbulkan perasaan seperti melayang dan perasaan
enak atau senang luar biasa, yang disebut euforia. Tetapi ketergantungannya
sangat tinggi dan dapat menyebabkan kematian.
Marijuana atau ganja, yang termasuk kelompok halusinogenik, mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal. Tetapi sekitar 40-60 persen pengguna justru melaporkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan, misalnya muntah, sakit kepala, koordinasi yang lambat, tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri, dan beberapa akibat lainnya.
Marijuana atau ganja, yang termasuk kelompok halusinogenik, mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal. Tetapi sekitar 40-60 persen pengguna justru melaporkan berbagai efek samping yang tidak menyenangkan, misalnya muntah, sakit kepala, koordinasi yang lambat, tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri, dan beberapa akibat lainnya.
Bahan
yang tergolong stimulan menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem
syaraf pusat sehingga menimbulkan rangsangan secara fisik dan psikis. Ecstasy,
yang tergolong stimulan, menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi,
selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tidak ingin tidur dan makan.
Akibatnya dapat sampai menimbulkan kematian


Tidak ada komentar:
Posting Komentar